Suaraalapalap.com, Lamongan – Sejumlah warga Desa Waru Wetan, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menyayangkan sikap Kepala Desa setempat yang dinilai terkesan menghambat rencana investasi pembangunan pabrik kayu di lahan seluas 15 hektar di wilayah desa tersebut. Bahkan, warga mencurigai adanya dugaan gratifikasi terkait uang pembebasan lahan yang menjadi salah satu faktor penghambat masuknya investor ke desa mereka.
Hal itu diungkapkan oleh salah seorang warga bernama Zuli, Rabu (26/8/2026). Menurutnya, warga Desa Waru Wetan sebenarnya sangat menginginkan keberadaan pabrik kayu tersebut lantaran dampak positif yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. “Kami menyambut baik dengan rencana pembangunan pabrik kayu tersebut. Tentunya dengan adanya investasi di desa kami akan bermanfaat bagi warga sekitar,” ungkap Zuli dengan nada kecewa.
Zuli menjelaskan bahwa kehadiran pabrik kayu di desa mereka akan memberikan berbagai fasilitas bagi warga, di antaranya pembangunan musholla, perbaikan saluran irigasi pertanian, serta yang terpenting adalah terbukanya lowongan pekerjaan bagi warga setempat. “Warga akan diberikan berbagai fasilitas di antaranya pembangunan musholla, saluran irigasi, dan tentunya akan banyak lowongan pekerjaan bagi warga setempat,” imbuhnya.
Namun, Zuli menyayangkan sikap Kepala Desa yang dinilainya justru menghambat proses masuknya investasi tersebut. Padahal, menurutnya, dengan adanya pembangunan pabrik, kesejahteraan masyarakat akan meningkat secara signifikan. Ia menilai tindakan Kepala Desa tersebut tidak mencerminkan sikap sebagai pengayom warganya. “Pak Kades tersebut justru mencurigakan. Bahkan melaporkan warganya ke polisi, dan terkesan menghambat investor untuk membangun pabrik di wilayah kami. Atau jangan-jangan ada maksud tersembunyi,” pungkas Zuli dengan nada penuh kecurigaan.
Lebih lanjut, Zuli dan sejumlah warga lainnya menduga adanya motif tersembunyi di balik sikap penghambatan yang dilakukan oleh Kepala Desa. Mereka menuding bahwa ada dugaan gratifikasi terkait uang pembebasan lahan yang menjadi salah satu alasan mengapa Kepala Desa terkesan tidak mendukung rencana investasi tersebut. “Kami tidak ingin berprasangka buruk, tapi sikap beliau sangat janggal. Seharusnya sebagai pemimpin desa, beliau justru mendorong investasi demi kesejahteraan warganya, bukan malah menghalangi,” ujar warga lainnya yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, Kepala Desa Waru Wetan, Maskur Rudiyanto, hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan atas tudingan yang dilayangkan warganya. Tim redaksi mencoba menghubungi melalui sambungan telepon dan mengirimkan pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp, namun belum ada jawaban maupun respons dari yang bersangkutan. Pesan singkat yang dikirimkan pun belum kunjung dibalas hingga berita ini tayang.
Kasus ini menjadi sorotan warga Desa Waru Wetan yang berharap adanya kejelasan dan transparansi dari pihak pemerintah desa terkait rencana investasi pabrik kayu tersebut. Mereka berharap Kepala Desa dapat bersikap terbuka dan tidak menghambat kemajuan desa demi kepentingan pribadi atau golongan tertentu.


